Rencana Sony menghentikan produksi media fisik untuk game PlayStation pada 2028 memunculkan berbagai tanggapan. Kebijakan tersebut mendorong pemain untuk semakin mengandalkan pembelian game secara digital melalui PlayStation Store.
Namun, mantan Director of Business Development Square Enix, Jacob Navok, justru melihat peluang positif dari perubahan tersebut. Ia menilai peralihan ke format digital sepenuhnya berpotensi membuat harga game menjadi lebih kompetitif.
Jacob Navok Melihat Persaingan Digital Bisa Menekan Harga Game
Jacob Navok menyampaikan pandangannya melalui akun X miliknya. Ia menjelaskan bahwa industri game masih menetapkan banyak harga berdasarkan struktur biaya versi fisik.
Menurut Navok, hilangnya ketergantungan terhadap disc dapat mengurangi sejumlah biaya produksi dan distribusi. Kondisi tersebut kemudian bisa memberikan ruang bagi penerbit untuk menawarkan harga yang lebih rendah kepada pemain.
Selain itu, Navok memperkirakan persaingan antarpenerbit akan semakin menentukan harga game di PlayStation Store. Ketika seluruh produk tersedia secara digital, penerbit harus bersaing lebih agresif untuk menarik perhatian dan pengeluaran pemain.
Steam Menunjukkan Cara Persaingan Digital Mengubah Harga Game
Navok menggunakan Steam sebagai gambaran mengenai bagaimana pasar digital dapat memengaruhi harga. Platform milik Valve tersebut memiliki sistem penjualan yang lebih dinamis sehingga penerbit dapat menyesuaikan harga berdasarkan persaingan dan kondisi pasar.
Ia juga menyinggung Final Fantasy XVI di Steam sebagai salah satu contoh. Kehadiran banyak game dalam satu platform dapat membuat penerbit menghadapi tekanan untuk menawarkan harga atau promosi yang lebih menarik.
Karena itu, Navok memperkirakan PlayStation Store berpotensi menerapkan lebih banyak promosi serta mekanisme harga dinamis setelah Sony meninggalkan media fisik pada 2028.
Game Digital Tetap Bisa Mempertahankan Harga Tinggi
Meski begitu, peralihan menuju distribusi digital tidak otomatis membuat semua game menjadi lebih murah. Sejumlah penerbit tetap dapat menetapkan harga tinggi meskipun mereka tidak lagi menanggung biaya produksi dan distribusi disc.
Selain persoalan harga, perubahan tersebut juga mengurangi pilihan pemain. Konsumen nantinya tidak dapat membeli game fisik untuk dikoleksi, menjualnya kembali, atau memperoleh game bekas dengan harga lebih terjangkau.
Dengan demikian, prediksi Jacob Navok masih bergantung pada strategi penerbit dan tingkat persaingan di PlayStation Store. Jika persaingan digital semakin kuat, pemain mungkin memperoleh harga dan promosi yang lebih menarik. Namun, Sony tetap menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan keuntungan bisnis dengan kebutuhan konsumen.
