Ubisoft Lakukan PHK Massal di Red Storm dan Guncang Tim Ghost Recon
![]()
Ubisoft kembali melakukan pemutusan hubungan kerja yang kali ini menimpa Red Storm Entertainment, studio yang selama ini dikenal sebagai bagian penting dalam pengembangan seri Tom Clancy seperti Ghost Recon dan Rainbow Six. Langkah ini menambah daftar panjang restrukturisasi yang dilakukan perusahaan di tengah tekanan industri game.
Studio yang berbasis di North Carolina tersebut sebelumnya telah berkontribusi dalam berbagai proyek besar, termasuk The Division Heartland dan Splinter Cell VR. Namun, pembatalan dua proyek tersebut kini terlihat sebagai sinyal awal dari perubahan besar yang akhirnya berdampak pada tenaga kerja di dalamnya.
Ubisoft Pangkas 105 Karyawan dan Lanjutkan Program Efisiensi
Berdasarkan laporan dari sumber internal yang dikutip GamesIndustry.biz, Ubisoft memangkas sekitar 105 karyawan di Red Storm Entertainment. Keputusan ini mempertegas arah perusahaan yang terus melakukan efisiensi demi menekan biaya operasional yang meningkat.
Sebelumnya, studio ini juga mengalami pengurangan tenaga kerja pada Juni 2025 dengan jumlah 19 karyawan. Dengan demikian, PHK terbaru ini menunjukkan bahwa tekanan finansial dan penyesuaian strategi masih terus berlangsung.
Ubisoft menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi yang lebih luas. Perusahaan menghadapi tantangan berupa meningkatnya biaya produksi serta melemahnya daya beli pasar terhadap sejumlah judul game yang mereka rilis.
Ubisoft Ubah Peran Red Storm Menjadi Tim Pendukung Teknologi
Selain melakukan pengurangan karyawan, Ubisoft juga mengubah peran Red Storm Entertainment secara signifikan. Studio ini tidak lagi berfokus sebagai pengembang utama game, melainkan dialihkan untuk mendukung pengembangan engine Snowdrop.
Selain itu, Red Storm juga mengambil tanggung jawab baru dalam layanan teknologi informasi dan dukungan pelanggan. Perubahan ini menunjukkan bahwa Ubisoft tengah mengoptimalkan sumber daya internal untuk mendukung kebutuhan teknis perusahaan secara lebih luas.
Transformasi tersebut sekaligus mengubah posisi strategis studio yang sebelumnya dikenal sebagai pengembang inti dalam franchise besar Ubisoft.
Ubisoft Lanjutkan Gelombang PHK Setelah Kasus Serupa di Toronto
Kasus PHK di Red Storm bukanlah yang pertama terjadi pada tahun 2026. Sebelumnya, Ubisoft telah lebih dulu melakukan pengurangan sekitar 40 karyawan di kantor Toronto pada Februari 2026, atau sekitar 8 persen dari total tenaga kerja di lokasi tersebut.
Saat itu, Ubisoft menyebut langkah tersebut sebagai tahap akhir dari program efisiensi. Namun, keputusan terbaru ini memunculkan pertanyaan mengenai arah kebijakan perusahaan ke depan, terutama terkait kemungkinan adanya langkah lanjutan.
Rangkaian PHK ini memperlihatkan bahwa Ubisoft masih terus menyesuaikan struktur organisasinya di tengah dinamika industri game yang semakin kompetitif. Situasi ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara inovasi, biaya produksi, dan permintaan pasar.
