Riot Diskors 12 Bulan Mantan Pemain T1 & Talon karena Dugaan Matchfixing

Riot Jatuhkan Sanksi Berat untuk Seungmin “ban” Oh
Jakarta, 18 Desember 2025 – Seungmin “ban” Oh, mantan pemain T1 dan Talon Esports, resmi mendapat larangan bertanding selama 12 bulan dari Riot Games akibat dugaan keterlibatan dalam upaya matchfixing di VCT Pacific 2025. Pemain yang dikenal konsisten ini kini menghadapi skors total di semua turnamen resmi.
Riot Tegaskan Diskusi Matchfixing Sudah Melanggar Regulasi
Riot menjelaskan bahwa ban melanggar Article 4.14 Global Code of Conduct terkait integritas kompetitif. Sekadar terlibat dalam pembahasan manipulasi pertandingan sudah cukup untuk dijatuhi sanksi, meski tidak ada bukti ia sengaja bermain buruk. Investigasi dilakukan oleh Sportradar sejak Agustus 2025, mencakup wawancara saksi, analisis bukti digital, dan evaluasi performa ban.
Kasus Berawal dari Laga Global Esports vs Team Secret
Masalah ini muncul pasca pertandingan 19 Juli 2025 antara Global Esports dan Team Secret, setelah unggahan tangkapan layar percakapan online menunjukkan indikasi diskusi matchfixing. Meski materi belum sepenuhnya diverifikasi, keseriusan kasus membuat Riot menindaklanjuti dengan proses disipliner resmi sejak 3 Desember 2025.
Ban Terima Kesempatan Meringankan Sanksi
Ban mengaku kepada manajemen tim sebelum hukuman dijatuhkan, sehingga sanksinya tidak diperberat. Riot menetapkan larangan bertanding 12 bulan, wajib mengikuti pelatihan integritas dan etika, serta menegaskan keputusan bersifat final, kecuali muncul bukti baru yang substansial.
Skandal Ini Jadi Peringatan untuk Ekosistem Valorant
Kasus ini menyoroti tekanan integritas dan risiko finansial di VCT Pacific. Riot menekankan bahwa sekadar mendengarkan tawaran matchfixing dapat menghancurkan karier, sekaligus memperkuat pengawasan melalui lembaga independen. Masa depan karier ban bergantung pada kemampuan membuktikan rehabilitasi dan performa setelah masa skors berakhir.
