Dead or Alive 6 Last Round resmi hadir pada 25 Juni 2026 untuk berbagai platform gaming. Namun, perilisan tersebut belum mampu memenuhi ekspektasi sebagian penggemar seri Dead or Alive.
Salah satu keluhan utama muncul dari pilihan kostum fanservice yang lebih sedikit. Elemen tersebut selama ini menjadi salah satu ciri khas Dead or Alive. Menanggapi kritik tersebut, Koei Tecmo akhirnya menjelaskan alasan di balik keputusan mereka.
Koei Tecmo Mengurangi Kostum Seksi demi Pengalaman Kompetitif
Dalam wawancara eksklusif bersama Famitsu, Project Manager Dead or Alive 6 Last Round, Tsuyoshi Iuchi, menjelaskan keputusan tim dalam merancang kostum karakter. Ia mengatakan Koei Tecmo sengaja mengurangi jumlah kostum seksi karena mempertimbangkan penggunaan game dalam pertandingan kompetitif.
Menurut Iuchi, sebagian pemain merasa kurang nyaman ketika mengenakan kostum seksi dalam pertandingan. Situasi tersebut semakin terlihat dalam kompetisi game fighting yang terkadang melarang pemain menggunakan pakaian tertentu, termasuk kostum renang untuk karakter wanita.
Karena itu, Koei Tecmo memilih pendekatan berbeda untuk Dead or Alive 6 Last Round. Tim pengembang ingin membuat kostum yang pemain sukai dan terus gunakan, bukan sekadar mengandalkan unsur fanservice.
Tsuyoshi Iuchi Menjelaskan Alasan Koei Tecmo Membatasi Fanservice
Iuchi memahami bahwa sebagian penggemar tetap mengharapkan kostum seksi dalam seri Dead or Alive. Namun, ia menilai pemain jarang menggunakan kostum tersebut ketika mereka memasuki mode kompetitif.
Kondisi itu terlihat dalam pertandingan ranked. Menurut Iuchi, pemain hampir tidak pernah memilih pakaian renang ketika mereka bertanding melawan pemain lain.
Atas pertimbangan tersebut, Koei Tecmo lebih memprioritaskan desain kostum yang dapat pemain gunakan secara konsisten. Tim tetap mempertahankan unsur daya tarik karakter, tetapi mereka membatasi elemen seksi seminimal mungkin.
Fans Dead or Alive Khawatir dengan Arah Seri Berikutnya
Keputusan tersebut tetap memicu kekecewaan di kalangan penggemar. Hingga 11 September 2026, sejumlah pemain menyuarakan kritik terhadap pendekatan Koei Tecmo melalui media sosial X.
Sebagian penggemar bahkan mulai mengkhawatirkan masa depan Dead or Alive 7 yang sedang Koei Tecmo kembangkan. Mereka mempertanyakan apakah game berikutnya juga akan mengurangi berbagai elemen yang selama ini menjadi identitas seri tersebut.
Di sisi lain, Koei Tecmo belum memberikan informasi lebih jauh mengenai desain kostum dalam Dead or Alive 7. Untuk saat ini, penjelasan Iuchi menunjukkan bahwa tim pengembang lebih mengutamakan penggunaan kostum dalam pengalaman kompetitif daripada memperbanyak fanservice.
