Distributor Ungkap Rencana Kenaikan Harga RAM Samsung Hingga 80 Persen

Fenomena kelangkaan RAM global kembali memicu kekhawatiran di industri PC. Pada Januari 2026, distributor mengungkap wacana kenaikan harga RAM Samsung dengan lonjakan signifikan yang disebut dapat mencapai 80 persen. Isu ini langsung menarik perhatian pasar karena Samsung memegang peran besar dalam rantai pasok memori dunia.
Kenaikan harga tersebut muncul di tengah kondisi suplai global yang belum stabil. Hambatan produksi dan distribusi masih membayangi pasar memori, sementara permintaan terus meningkat, terutama dari sektor data center dan kecerdasan buatan. Situasi ini mendorong distributor untuk bersiap melakukan penyesuaian harga dalam waktu dekat.
Distributor Sebut Gangguan Suplai Picu Lonjakan Harga RAM
Distributor menyatakan gangguan suplai global menjadi faktor utama rencana kenaikan harga RAM Samsung. Masalah logistik, keterbatasan bahan baku, serta prioritas produksi pada segmen tertentu dinilai mempersempit ketersediaan memori di pasar ritel. Kondisi tersebut membuat kenaikan harga dianggap sulit dihindari.
Menurut informasi yang beredar, kebijakan ini akan mencakup seluruh lini produk memori Samsung, baik DRAM maupun NAND. Distributor juga menyebutkan kenaikan harga akan berlaku segera setelah pengumuman resmi disampaikan ke mitra dan pengecer. Meski demikian, pihak Samsung memilih tidak memberikan komentar terkait rumor industri dan spekulasi pasar.
Strategi Produksi Samsung Perkuat Potensi Kenaikan Harga
Laporan sebelumnya menyebut Samsung mengurangi produksi NAND karena penjualan DRAM dinilai lebih menguntungkan. Pada 2026, perusahaan dirumorkan hanya meningkatkan output DRAM sekitar lima persen. Langkah ini memperkuat asumsi bahwa pasokan RAM tetap ketat dalam waktu dekat.
Dengan permintaan tinggi dan suplai terbatas, harga RAM berpotensi terus mengalami tekanan naik. Jika kondisi ini berlanjut, konsumen PC, terutama perakit sistem dengan spesifikasi DDR5, akan menghadapi biaya yang semakin mahal. Dampaknya tidak hanya dirasakan di segmen enthusiast, tetapi juga pasar mainstream.
Pasar PC Hadapi Ketidakpastian Harga RAM
Rencana kenaikan harga RAM Samsung hingga 80 persen menambah ketidakpastian bagi pasar PC sepanjang 2026. Banyak pihak kini menanti apakah kondisi suplai akan membaik atau justru semakin ketat. Selama kelangkaan belum teratasi, harga memori diperkirakan sulit kembali stabil.
Situasi ini mendorong konsumen untuk mempertimbangkan ulang waktu pembelian atau perakitan PC baru. Di sisi lain, pelaku industri berharap tekanan permintaan dari sektor AI dapat mereda sehingga keseimbangan pasar kembali tercapai.
