Manufaktur Micron Menegaskan Kelangkaan RAM Akan Bertahan Lebih Lama

Manufaktur Micron menyampaikan kabar kurang menggembirakan bagi pasar teknologi global pada awal 2026. Perusahaan memprediksi kelangkaan RAM tidak akan berakhir dalam waktu dekat, sehingga harga memori dipastikan masih berada di level tinggi. Pernyataan ini sekaligus memupus harapan konsumen yang menantikan stabilisasi harga komponen penting tersebut dalam waktu singkat.
Situasi ini muncul di tengah meningkatnya kebutuhan memori untuk berbagai sektor, terutama industri kecerdasan buatan. Akibatnya, pasar konsumen harus bersiap menghadapi dampak berkepanjangan dari krisis pasokan RAM.
Micron Menyampaikan Prediksi Langsung di Ajang CES 2026
Dalam wawancara di ajang CES 2026 bersama Wccftech, Christopher Moore selaku Vice President Marketing Micron menjelaskan bahwa krisis pasokan RAM masih akan berlangsung lama. Ia menilai kondisi pasar belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan, sehingga harga memori diperkirakan tetap mahal dalam beberapa tahun ke depan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa masalah pasokan bukan sekadar gangguan sementara. Micron melihat tekanan permintaan yang sangat besar membuat keseimbangan produksi dan distribusi memori sulit tercapai dalam waktu dekat.
Lonjakan Kebutuhan AI Menyerap Hampir Seluruh Produksi Memori
Micron mengungkapkan bahwa perlombaan pengembangan kecerdasan buatan menjadi faktor utama di balik kelangkaan RAM. Industri AI menyerap sebagian besar kapasitas produksi memori global, sehingga porsi untuk pasar konsumen menjadi terbatas.
Dampak kondisi ini sudah mulai terasa di berbagai sektor. Sejumlah produsen perangkat, termasuk Framework, terpaksa menaikkan harga produk mereka. Bahkan, peluncuran konsol generasi terbaru seperti PlayStation disebut berpotensi mengalami penundaan karena kesulitan memperoleh komponen memori.
Micron Memproyeksikan Dampak Produksi Baru Baru Terasa Pada 2028
Micron sebenarnya telah mengambil langkah strategis dengan membangun fasilitas produksi ID1 di Idaho sejak tiga tahun lalu. Namun, perusahaan memperkirakan pabrik tersebut baru akan mulai beroperasi pada pertengahan 2027. Christopher Moore juga menegaskan bahwa dampak peningkatan produksi RAM baru akan benar-benar dirasakan konsumen global pada 2028.
Berdasarkan proyeksi tersebut, Micron menilai paceklik memori kemungkinan besar akan bertahan setidaknya dua tahun ke depan. Selama permintaan AI tetap mendominasi, jalur produksi untuk pasar konsumen masih akan berada di prioritas kedua.
