Harga Saham Nintendo Turun 33 Persen dalam Lima Bulan Terakhir

Investor Nintendo Mengalami Kekhawatiran Saat Saham Turun Tajam
Nintendo mengalami penurunan harga saham hingga 33 persen dalam lima bulan terakhir. Pada penutupan perdagangan Selasa, harga saham mencapai ¥9,950, menurun drastis dari rekor tertinggi ¥14,795 pada musim panas 2025. Penurunan ini menimbulkan kekhawatiran para investor, terutama terkait prospek harga Switch 2 dan jumlah game first-party yang akan dirilis pada 2026.
Nintendo Hadapi Tantangan Persaingan dan Keterbatasan Produksi
Perusahaan menghadapi tantangan industri, termasuk persaingan teknologi AI yang memengaruhi harga komponen. Kenaikan harga RAM membuat produksi perangkat lebih mahal dan menimbulkan ketidakpastian bagi konsumen. Meski begitu, Nintendo tetap memperkenalkan lima game first-party baru untuk 2026, antara lain Mario Tennis Fever dan Fire Emblem: Fortune’s Weave, namun beberapa seri utama masih belum memiliki game baru.
Perusahaan Terus Menyesuaikan Strategi untuk Stabilkan Pasar
Nintendo terus berupaya menyesuaikan strategi agar tetap kompetitif di pasar global. Perusahaan berfokus pada pengembangan hardware, software, dan merchandise resmi, sambil memantau efek persaingan dan fluktuasi pasar terhadap saham dan margin keuntungan. Investor berharap langkah ini dapat menstabilkan kepercayaan pasar dalam beberapa bulan ke depan.
