Analis Mengungkap Harga RAM DDR5 Melonjak Tajam dalam Enam Bulan Terakhir

Analis industri memori mengungkap lonjakan signifikan harga RAM DDR5 yang terjadi dalam enam bulan terakhir. Sejak Juli 2025 hingga Januari 2026, harga RAM generasi terbaru ini tercatat naik hingga 4,4 kali lipat. Kenaikan tersebut kini mulai terasa kuat di pasar global dan berdampak langsung pada konsumen, terutama perakit PC dan gamer.
Kondisi ini menandai krisis pasokan RAM DDR5 yang awalnya berjalan perlahan, namun berkembang cepat menjelang akhir 2025. Pada Januari 2026, lonjakan harga disebut sudah berada di level yang mengkhawatirkan dan berpotensi berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.
Laporan 3D Center Menunjukkan Kenaikan Harga DDR5 Konsisten
Berdasarkan laporan situs teknologi Jerman 3D Center, harga RAM DDR5 di pasar ritel pihak ketiga Jerman meningkat 4,4 kali lipat dibandingkan harga pada Juli 2025. Data tersebut menunjukkan tren kenaikan stabil sekitar 27 persen setiap bulan, yang akhirnya mendorong harga ke level tertinggi dalam waktu singkat.
Kenaikan harga DDR5 turut memengaruhi pola belanja konsumen. Banyak pengguna mulai beralih ke RAM generasi sebelumnya sebagai alternatif, meskipun langkah tersebut justru memicu kenaikan harga lanjutan pada DDR4 dan DDR3 akibat meningkatnya permintaan.
Harga DDR4 dan DDR3 Ikut Terdorong Naik di Pasaran
Laporan yang sama mencatat bahwa harga RAM DDR4 dan DDR3 juga mengalami lonjakan signifikan. Pada Januari 2026, harga kedua generasi RAM tersebut naik hingga 46 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Juli 2025, harga DDR4 dan DDR3 kini sudah meningkat hingga 3,2 kali lipat.
Kondisi ini membuat RAM generasi lama semakin kehilangan nilai rasio harga terhadap performa. Harga yang terus naik tanpa peningkatan performa membuat DDR3, khususnya, semakin sulit direkomendasikan bagi konsumen dengan anggaran terbatas.
Kenaikan Harga Komponen Lain Memperberat Biaya Rakit PC
Selain RAM, 3D Center juga melaporkan kenaikan harga komponen PC lainnya. GPU tercatat naik sekitar 14 persen dibandingkan September 2025. Harga SSD melonjak hingga 79 persen, sementara HDD naik sekitar 53 persen dibandingkan Juli 2025.
Dengan tren tersebut, analis menilai membangun PC pada 2026 akan menjadi tantangan besar dari sisi biaya. Konsumen diperkirakan perlu lebih selektif dalam memilih komponen atau menunda pembelian hingga kondisi pasar kembali stabil.
