Mayoritas Developer Video Game Menolak Penggunaan Generative AI

Survei terbaru dari Game Developers Conference (GDC) 2026 mengungkap bahwa 52% developer video game menolak penggunaan Generative AI (GenAI). Angka ini naik signifikan dibanding 30% pada 2025 dan 18% pada 2024. Banyak developer menilai teknologi ini bermasalah secara etika karena diduga mencuri konten dan menghasilkan karya daur ulang.
Developer Masih Gunakan AI untuk Tugas Teknis
Meski banyak yang menolak, sekitar sepertiga developer tetap memanfaatkan GenAI untuk efisiensi, seperti membalas email, riset awal, prototyping, dan mencari solusi coding. Perbedaan sikap terlihat antara perusahaan besar seperti Microsoft dan Ubisoft yang agresif mengadopsi AI, dan studio independen seperti Larian Studios yang berhati-hati.
Kekhawatiran Industri Game Terhadap Generative AI
Penolakan keras muncul karena risiko pencurian hak kekayaan intelektual dan plagiarisme. Beberapa developer bahkan menyatakan lebih memilih meninggalkan industri daripada dipaksa menggunakan teknologi ini. Tren ini menunjukkan ketegangan antara inovasi AI dan etika kreatif di industri game saat ini.
