Developer Stella Sora Mengklarifikasi Animasi “Jari Mencubit” dan Menenangkan Player Korea
Yostar Menyampaikan Permintaan Maaf Secara Resmi
Game gacha anime Stella Sora semakin populer dalam beberapa bulan terakhir. Banyak pemain menikmati karakter-karakter uniknya, termasuk beragam gadis anime yang menjadi favorit para waifu hunter. Namun, popularitas itu mendadak terganggu setelah muncul kontroversi dari pemain Korea Selatan.
Melalui akun X resmi mereka, Yostar Korea langsung merilis permintaan maaf. Mereka mengambil langkah cepat setelah sebagian pemain merasa tersinggung oleh animasi karakter Fuyuka yang memperagakan pose tangan “jari mencubit”.
Developer Menjelaskan Asal Animasi Secara Terbuka

Untuk mencegah kesalahpahaman, Yostar Korea menjelaskan bahwa animasi tersebut dibuat oleh artist non-Korea. Mereka menegaskan bahwa gerakan itu bukan bentuk dukungan terhadap ideologi tertentu. Yostar juga memperjelas bahwa tim mereka tidak pernah memasukkan unsur ideologis ke dalam game.
Sebagai bentuk tanggung jawab, developer mengumumkan bahwa mereka akan melakukan evaluasi internal. Mereka berencana meninjau ulang animasi Fuyuka, termasuk kemungkinan revisi, agar permainan tetap nyaman untuk semua pemain.
Kontroversi Berawal dari Gerakan Skill Fuyuka
Ketika melakukan penelusuran lebih lanjut, saya menemukan bahwa animasi masalah muncul saat Fuyuka mengeluarkan skill. Pada momen itu, tangan kirinya menunjukkan gestur “jari mencubit”. Pose tersebut sudah lama menjadi isu sensitif di Korea Selatan karena terkait konflik gender dan sering dianggap simbol ejekan kepada pria.
Karena sensitivitas itu, beberapa gim sebelumnya juga pernah mendapat protes dari pemain Korea akibat pose serupa. Beberapa artist bahkan pernah menerima serangan keras dari warganet sehingga memicu permintaan maaf dan revisi konten.
Gestur “Jari Mencubit” Memiliki Makna yang Sangat Sensitif

Di Korea Selatan, pose yang dikenal sebagai jibgeson, atau crab hand, memiliki konotasi negatif. Gestur itu sering dikaitkan dengan kelompok tertentu yang mempergunakannya sebagai sindiran terhadap laki-laki. Akibatnya, setiap konten yang tanpa sengaja memunculkan pose tersebut sering memicu kontroversi.
Melihat sensitivitas yang tinggi, tidak mengherankan bila pemain Korea langsung menyuarakan protes begitu melihat animasi Fuyuka.
Yostar Siap Melakukan Perbaikan Demi Kenyamanan Pemain
Sebagai penutup, Yostar menegaskan kembali komitmen mereka untuk mempertimbangkan respons pemain. Mereka ingin Stella Sora tetap menjadi game yang ramah untuk semua komunitas, tanpa unsur yang menyinggung pihak mana pun.
Kontroversi ini menjadi pengingat bahwa detail kecil dalam animasi dapat membawa dampak besar, terutama ketika menyentuh isu sensitif di wilayah tertentu.
Bagaimana Menurutmu?
Apakah tindakan cepat Yostar sudah cukup?
Revisi animasi ini mungkin akan menjadi langkah tepat agar Stella Sora tetap fokus pada pengalaman bermain yang menyenangkan.
SEO Optimized Section (YOAST Friendly)
Meta Description
Developer Stella Sora meminta maaf kepada pemain Korea setelah animasi karakter Fuyuka menampilkan pose “jari mencubit” yang dianggap sensitif. Yostar menjelaskan asal animasi, meninjau ulang kontennya, dan berencana melakukan revisi demi kenyamanan pemain.
Focus Keyphrase (Kata Kunci Utama)
developer stella sora minta maaf ke player korea
Slug URL
developer-stella-sora-minta-maaf-ke-player-korea-animasi-jari-mencubit
