Skip to content
Menu
unequalledmedia
  • Beranda
  • Blog
  • Pemasaran
  • Games Online
    • Dota 2
    • Mobile Legends
    • Valorant
    • League Of Legends
    • Apex-Legends
    • Honor-Of-Kings
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
unequalledmedia

BOOM Esports Resmi Tutup Divisi Dota 2, Akhiri Perjalanan 8 Tahun di Kancah Kompetitif

Posted on January 9, 2026

BOOM Esports Tutup Divisi Dota 2 Setelah Delapan Tahun

Jakarta, 8 Desember 2025 — BOOM Esports resmi menutup divisi Dota 2 mereka, mengakhiri perjalanan delapan tahun penuh prestasi di kancah kompetitif. Keputusan ini mengejutkan komunitas esports Indonesia dan SEA, mengingat BOOM telah menjadi salah satu pilar penting Dota 2 sejak mereka masuk pada 2017.

BOOM Kumpulkan Prestasi dan Raih Pengakuan Internasional

BOOM Esports memulai debutnya dengan roster murni Indonesia dan kemudian memperluas komposisi pemain dari berbagai negara Asia Tenggara. Selama delapan tahun, tim ini berhasil mengumpulkan total prize pool lebih dari USD 1,6 juta dan menorehkan prestasi besar, termasuk kemenangan di Gamers Galaxy Invitational Dubai 2022, ketika mereka menaklukkan Tundra Esports, juara The International (TI) saat itu. BOOM juga tampil dua kali di panggung The International, dengan TI11 sebagai sorotan ketika mereka menyingkirkan juara bertahan Team Spirit.

BOOM Hasilkan Talenta Besar SEA

Selain prestasi tim, BOOM Esports berhasil melahirkan bintang-bintang besar. Rafli “Mikoto” Rahman berkembang menjadi midlaner top Asia Tenggara, kini bersinar bersama Talon Esports dan Aurora Gaming. Saieful “Fbz” Ilham, offlaner andal, direkrut oleh Nigma Galaxy dan Team Secret. Pilar BOOM di era kejayaan 2022, Erin “Yopaj” Ferrer dan Andrei “skem” Ong, kini membela OG Filipina dan tampil menonjol di turnamen internasional. BOOM berperan sebagai kawah candradimuka bagi talenta SEA yang kini bersinar global.

Turun Performa dan Tekanan Organisasi Memaksa Penutupan

Performa BOOM menurun dalam beberapa tahun terakhir, sulit menembus kualifikasi LAN 2024–2025, termasuk TI 2025. Persaingan di SEA semakin ketat, membuat peluang tim untuk tetap bersaing di level tinggi terbatas. Tekanan finansial juga membebani organisasi, terutama divisi Valorant dan Dota 2 yang membutuhkan investasi besar. Kombinasi hasil kurang optimal dan biaya tinggi membuat mempertahankan divisi Dota 2 tidak lagi berkelanjutan, sehingga penutupan menjadi keputusan realistis.

BOOM Tinggalkan Warisan dan Membuka Babak Baru

Kepergian BOOM Esports dari scene Dota 2 SEA menandai akhir era penting dalam sejarah kompetitif regional. Warisan mereka tetap hidup melalui prestasi tim dan talenta yang mereka bina, meninggalkan pengaruh besar bagi komunitas. Meski divisi resmi ditutup, BOOM bisa kembali di masa depan dengan wajah baru, membuka babak baru bagi organisasi dan scene esports Indonesia.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025

Recent Posts

  • HAPPINESS 369 dan WS ARIKANAMI AGD Amankan Tiket ke PBNC XVI
  • Atari Bangun Hotel Gaming USD 124 Juta di Phoenix: Esports Arena, Creator Suite, Bisa Investasi Mulai USD 500
  • Timnas Esports Indonesia Raih Medali Free Fire di SEA Games 2025 Thailand
  • Red Bull World Final Dorong Tetris Jadi Cabang Esports Resmi Olimpiade?

Situs Terkait

  • Situs Berita - Beritakecelakaan : beritakecelakaan.com
  • Situs Berita - Beritapenipuan : beritapenipuan.com
  • Situs Berita - Infoemas : infoemas.id
  • Situs Berita - Hargasemen : hargasemen.id
  • Situs Berita - Emasnaik : emasnaik.com

Recent Comments

    ©2026 unequalledmedia | WordPress Theme: EcoCoded