International Olympic Committee Hentikan Agenda Esports dan Tutup Peluang Olimpiade Gaming

Dunia esports internasional menerima kabar mengejutkan setelah International Olympic Committee menghentikan aktivitas komisi esports di bawah kepemimpinan presiden baru, Kirsty Coventry. Keputusan yang muncul pada 3 Mei 2026 itu langsung mengubah arah pengembangan esports di lingkungan Olimpiade dan sekaligus menunda mimpi banyak pihak yang berharap video game bisa tampil di panggung olahraga terbesar dunia.
Sebelumnya, IOC aktif mendorong pengembangan kompetisi digital melalui proyek Olympic Esports Games. Namun setelah pergantian kepemimpinan dari Thomas Bach kepada Coventry, organisasi tersebut memilih meninjau ulang strategi digitalnya dan menghentikan aktivitas komisi esports untuk sementara. Langkah ini dilaporkan sejumlah media internasional dan disebut sebagai perubahan besar dalam kebijakan IOC. (TalkEsport)
Kirsty Coventry Arahkan IOC Kembali Fokus pada Olahraga Tradisional
Sejak memimpin IOC pada Juni 2025, Coventry membawa pendekatan yang lebih konservatif terhadap pengembangan organisasi. Dalam komunikasi internal kepada anggota komisi pada Januari 2026, ia menegaskan bahwa IOC ingin mengintegrasikan pendekatan digital ke strategi utama Olimpiade, bukan lagi mengelolanya sebagai divisi independen.
Kebijakan ini memperlihatkan bahwa IOC kini kembali memperkuat identitas utamanya sebagai rumah bagi cabang olahraga tradisional. Selain itu, perdebatan lama mengenai status esports sebagai olahraga resmi juga ikut memengaruhi keputusan tersebut. (Esports News UK)
IOC Akhiri Kerja Sama dengan Saudi Arabia dan Batalkan Olympic Esports Games
Dampak terbesar dari perubahan kebijakan ini terlihat dari berakhirnya kerja sama antara IOC dan pemerintah Arab Saudi. Pada 2024, kedua pihak sempat menandatangani kemitraan selama 12 tahun untuk mengembangkan Olympic Esports Games.
Namun proyek tersebut gagal berlanjut setelah kedua pihak sepakat mengakhiri kontrak pada 30 Oktober 2025. Akibat keputusan itu, ajang Olympic Esports Games yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Riyadh pada 2027 resmi dibatalkan. (TalkEsport)
Di sisi lain, Arab Saudi kini memilih fokus mengembangkan ekosistem esports mereka sendiri melalui kompetisi internasional seperti Esports World Cup.
IOC Tinggalkan Momentum Esports yang Sempat Dibangun
Sebelum keputusan terbaru ini muncul, IOC sempat membuka jalan bagi esports melalui Olympic Esports Series 2023 yang digelar di Singapore. Ajang tersebut menjadi langkah awal untuk mendekatkan generasi muda dengan gerakan Olimpiade.
Selain itu, proyek Olympic Esports Games juga sempat diumumkan secara resmi dalam momentum Paris 2024 Olympic Games. Namun dengan dihentikannya aktivitas komisi esports, seluruh momentum itu kini berada dalam ketidakpastian.
Meski esports terus berkembang pesat secara global, IOC untuk saat ini memilih memperkuat fondasi olahraga tradisional dan menunda ekspansi lebih jauh ke industri gaming kompetitif.
