LPL Menjatuhkan Sanksi Seumur Hidup kepada Jungler TES Naiyou Setelah Terbukti Melakukan Match Fixing

LPL Mengumumkan Hukuman Berat kepada Naiyou Setelah Investigasi Match Fixing Selesai
League of Legends Pro League (LPL) menjatuhkan hukuman larangan bermain seumur hidup kepada jungler asal China, Yang “naiyou” Zijian, yang terakhir memperkuat Top Esports (TES). LPL mengumumkan keputusan ini pada 27 Maret 2026 setelah menyelesaikan investigasi terkait dugaan match fixing dalam kompetisi resmi.
LPL mulai menyelidiki kasus ini setelah Top Esports melaporkan adanya indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh pemain tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, pihak liga menyimpulkan bahwa Naiyou telah melanggar aturan integritas pertandingan secara serius.
LPL Menyatakan Naiyou Melanggar Aturan Integritas Kompetisi
Hasil investigasi LPL menunjukkan bahwa Naiyou melakukan pelanggaran berat, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang memengaruhi hasil pertandingan. LPL menegaskan bahwa tindakan tersebut merusak prinsip keadilan dalam kompetisi profesional.
Pihak liga kemudian menyatakan bahwa Naiyou melanggar Pasal 12.1.1.1 dan 13.1.1 dalam regulasi kompetisi LPL yang mengatur integritas pemain serta larangan manipulasi hasil pertandingan. Berdasarkan pelanggaran tersebut, LPL menjatuhkan sanksi terberat berupa larangan permanen dari seluruh aktivitas kompetitif.
LPL juga mencabut seluruh hak Naiyou atas penghargaan resmi dan melarangnya mengikuti kompetisi profesional maupun semi-profesional yang diselenggarakan oleh Tencent, TJ Sports, dan Riot Games.
LPL Menyoroti Kelalaian Manajemen Top Esports dalam Kasus Ini
Selain menjatuhkan sanksi kepada pemain, LPL juga menyoroti peran manajemen Top Esports dalam kasus ini. Liga menilai bahwa pihak klub gagal melakukan pengawasan yang memadai sehingga tidak dapat mendeteksi pelanggaran sejak awal.
Meski demikian, LPL tetap mengapresiasi langkah Top Esports yang melaporkan kasus tersebut dan bekerja sama selama proses investigasi berlangsung. LPL kemudian meminta seluruh organisasi esports untuk meningkatkan pengawasan serta edukasi kepada pemain agar kasus serupa tidak terulang.
Top Esports Memutus Kontrak Naiyou dan Mencabut Seluruh Hak Finansial
Setelah keputusan LPL diumumkan, Top Esports langsung mengambil tindakan tegas dengan memutus kontrak Naiyou secara sepihak. Klub juga menghapus seluruh kewajiban finansial yang belum terselesaikan terhadap pemain tersebut.
Top Esports membatalkan seluruh gaji yang belum dibayarkan, hadiah turnamen, serta berbagai keuntungan lainnya yang sebelumnya menjadi hak Naiyou. Klub juga membuka peluang untuk menempuh jalur hukum guna menindaklanjuti kerugian yang timbul akibat pelanggaran kontrak tersebut.
LPL Menegaskan Komitmen untuk Membersihkan Kompetisi dari Match Fixing
LPL menegaskan bahwa kasus Naiyou tidak menjadi akhir dari proses investigasi. Liga terus melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan match fixing di ekosistem kompetitif.
Pihak LPL juga menyatakan akan membagikan informasi terkait individu atau pihak eksternal yang mencurigakan kepada seluruh ekosistem esports. Langkah ini diambil untuk menjaga integritas kompetisi dan mencegah praktik serupa terjadi di masa depan.
Kasus ini sekaligus memperkuat peringatan bahwa match fixing tidak memiliki tempat dalam dunia esports profesional. LPL menegaskan kembali pentingnya integritas, transparansi, dan sportivitas sebagai fondasi utama industri kompetitif.
