Nongshim RedForce Dekati Gelar VCT Masters Santiago 2026 Setelah Menjaga Rekor Tak Terkalahkan

Nongshim RedForce menunjukkan dominasi luar biasa sepanjang musim kompetitif Valorant tahun 2026. Tim asal Korea Selatan tersebut mempertahankan rekor sempurna tanpa kekalahan seri sejak awal musim dan kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengamankan posisi di grand final VCT Masters Santiago 2026.
Performa impresif ini tidak terjadi secara instan. Sejak awal musim hingga babak playoff turnamen internasional tersebut, Nongshim tampil konsisten dengan strategi disiplin dan koordinasi tim yang sangat solid. Kemenangan di turnamen Pacific Kickoff menjadi fondasi penting sebelum mereka melanjutkan tren positif hingga Masters Santiago.
Nongshim RedForce Bangun Dominasi Sejak Turnamen Ascension
Perjalanan sukses Nongshim RedForce sebenarnya sudah terlihat sejak mereka tampil di turnamen Ascension beberapa musim lalu. Roster utama tim ini awalnya berkembang dari kompetisi Premier sebelum akhirnya direkrut oleh organisasi Sin Prisa.
Tim tersebut kemudian menjuarai Ascension 2024 dan mendapatkan kesempatan bermain di level kompetitif yang lebih tinggi. Meski sempat mengalami penurunan performa dan harus kembali bertanding di Ascension Pacific pada 2025, Nongshim berhasil bangkit dengan performa dominan.
Kebangkitan tersebut membawa mereka kembali ke liga kemitraan VCT. Kepercayaan diri tim terus meningkat hingga akhirnya mereka membuka musim 2026 dengan gelar Kickoff dan mempertahankan tren kemenangan hingga Masters Santiago.
Nongshim RedForce Tampil Konsisten di Playoff Masters Santiago
Pada babak playoff VCT Masters Santiago 2026, Nongshim kembali menunjukkan kualitas permainan yang stabil. Salah satu kemenangan meyakinkan mereka terjadi ketika menghadapi Gentle Mates dengan skor 2-0.
Ujian terbesar datang saat menghadapi G2 Esports dalam pertandingan yang berlangsung sangat ketat. Pertarungan bahkan berlanjut hingga overtime pada map penentuan. Namun Nongshim berhasil menjaga fokus dan akhirnya mengamankan kemenangan dramatis.
Kemenangan tersebut sekaligus mematahkan kutukan unggulan pertama yang telah bertahan lebih dari 600 hari di turnamen internasional Valorant.
Rb Memimpin Strategi dan Dambi Menjadi Senjata Utama Tim
Kesuksesan Nongshim RedForce tidak lepas dari kombinasi roster yang sangat seimbang. Peran penting dipegang oleh Rb sebagai in-game leader yang membawa pendekatan taktis disiplin dan adaptif.
Sementara itu, Dambi tampil sebagai motor agresivitas tim dengan menggunakan agen Neon. Kecepatan dan mobilitas tinggi dari karakter tersebut dimanfaatkan untuk membuka ruang serangan dan menekan pertahanan lawan secara konstan.
Saat menghadapi NRG Esports, Dambi mencatat statistik mengesankan dengan ACS 295, 14 first kill, dan total 66 eliminasi dalam tiga map. Performa tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain paling berbahaya di turnamen.
Ivy dan Francis Menjaga Stabilitas Permainan Nongshim
Selain kontribusi Dambi, stabilitas Nongshim juga bergantung pada permainan konsisten dari Ivy dan Francis. Keduanya dikenal jarang melakukan kesalahan fatal serta selalu mampu memberikan kontribusi penting dalam setiap ronde.
Koordinasi yang rapi membuat struktur permainan Nongshim tetap solid bahkan ketika pertandingan memasuki fase krusial. Dengan dukungan utilitas dari Xross, tim ini memiliki fleksibilitas strategi yang sangat kuat di berbagai situasi.
Nongshim RedForce Mengalahkan NRG Esports dalam Duel Upper Bracket
Pertandingan penting terjadi ketika Nongshim menghadapi NRG Esports pada laga upper bracket. Pada map Bind, Nongshim langsung menampilkan gaya bermain agresif sejak ronde pistol.
Serangan cepat yang dipimpin Dambi berhasil membuka keunggulan awal bagi tim Korea tersebut. Francis kemudian memperkuat momentum melalui performa impresif menggunakan Operator, termasuk kemenangan dalam situasi 1v2 yang penting.
Babak pertama ditutup dengan keunggulan 7-5 untuk Nongshim. Setelah pergantian sisi, mereka terus menekan hingga akhirnya mengamankan kemenangan map pertama dengan skor 13-9.
Nongshim RedForce Menutup Seri Dramatis di Map Abyss
Pada map kedua Abyss, Nongshim melakukan penyesuaian strategi yang terbukti sangat efektif. Ivy berpindah dari Astra ke Cypher dan memainkan peran lurker yang mengganggu rotasi NRG.
Strategi tersebut membuat Nongshim mendominasi babak pertama dengan keunggulan 9-3. Meski NRG sempat bangkit dan memperkecil ketertinggalan hingga skor 12-11, Nongshim tetap menjaga ketenangan.
Pada ronde terakhir, Nongshim melakukan flank tiga pemain sekaligus sebelum retake site B. Strategi tersebut berhasil memecah formasi NRG dan menutup pertandingan dengan kemenangan 13-11.
Nongshim RedForce Tinggal Selangkah Lagi Menuju Gelar Masters
Kemenangan tersebut membawa Nongshim RedForce semakin dekat dengan gelar internasional pertama mereka. Tim ini kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menyelesaikan perjalanan luar biasa dari kompetisi Premier hingga panggung global.
Jika berhasil menjuarai turnamen ini, Nongshim akan mencatat sejarah dengan memenangkan turnamen Masters pada debut internasional mereka.
Sementara itu, NRG Esports harus turun ke lower bracket final dan menunggu pemenang pertandingan antara Paper Rex dan G2 Esports untuk memperebutkan kesempatan rematch melawan Nongshim di grand final.
