Analis Memprediksi Nintendo Akan Menaikkan Harga Switch 2 Secara Global

Laporan Niko Partners Menilai Kenaikan Harga Switch 2 Sulit Dihindari
Isu kenaikan harga Nintendo Switch 2 kembali mengemuka meski sebelumnya telah dibantah langsung oleh Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa. Pada 21 Januari 2026, analis industri kembali menyoroti potensi kenaikan harga konsol tersebut secara global akibat tekanan eksternal yang semakin kuat. Kondisi ini membuat proyeksi harga Switch 2 kembali menjadi perbincangan di kalangan gamer dan pengamat industri teknologi.
Firma riset Niko Partners dalam laporan prediksi terbarunya menyebut Nintendo berpeluang besar menaikkan harga Switch 2. Niko bahkan menyarankan konsumen yang tertarik dengan konsol ini untuk membelinya lebih awal sebelum penyesuaian harga benar-benar terjadi. Menurut analis tersebut, sejumlah faktor eksternal membuat kenaikan harga menjadi opsi yang realistis bagi Nintendo.
Faktor Ekonomi Global Mendorong Potensi Kenaikan Harga
Niko Partners menjelaskan bahwa kombinasi tarif dagang internasional, kenaikan biaya komponen memori, serta tekanan makroekonomi global menjadi penyebab utama potensi kenaikan harga Switch 2. Kondisi ini dinilai mirip dengan situasi yang sebelumnya mendorong Sony dan Microsoft menaikkan harga konsol mereka di beberapa wilayah.
Meski tidak menyebutkan angka pasti, Niko memprediksi Nintendo akan menghentikan penjualan model standar Switch 2 dengan harga sekitar USD 449. Sebagai gantinya, Nintendo diperkirakan hanya akan memasarkan varian bundling dengan harga USD 499 yang disertai game Mario Kart World. Jika skenario ini terjadi, calon konsumen hanya memiliki satu opsi pembelian resmi.
Pernyataan Nintendo Berpotensi Berubah Seiring Situasi Global
Sebelumnya, Shuntaro Furukawa menegaskan bahwa Nintendo akan memantau kondisi pasar sebelum mengambil keputusan terkait kenaikan harga. Pernyataan tersebut menekankan komitmen Nintendo untuk menjaga keterjangkauan produknya. Namun, laporan analis menilai bahwa situasi global yang semakin tidak menentu dapat memaksa Nintendo meninjau ulang strategi tersebut.
Tekanan biaya produksi yang terus meningkat berpotensi membuat Nintendo menghadapi pilihan sulit, antara menyerap kenaikan biaya hardware atau membebankannya kepada konsumen. Langkah menaikkan harga dinilai sebagai opsi yang sejalan dengan tren industri konsol saat ini.
Hingga kini, Nintendo belum memberikan pernyataan lanjutan terkait laporan Niko Partners tersebut. Meski masih sebatas prediksi analis, potensi kenaikan harga Switch 2 menjadi sinyal penting bagi konsumen yang tengah mempertimbangkan waktu terbaik untuk membeli konsol generasi terbaru Nintendo.
