Film Return to Silent Hill Terima Ulasan Negatif Menjelang Perilisan

Film Return to Silent Hill dipastikan akan tayang pada 26 Januari 2026. Christopher Gans kembali duduk di kursi sutradara, melanjutkan keterlibatannya setelah menggarap film Silent Hill pada 2006. Kehadiran film ini sempat membangkitkan antusiasme penggemar, mengingat status Silent Hill sebagai salah satu waralaba horor paling ikonik dalam industri video game.
Namun, antusiasme tersebut mulai meredup setelah sejumlah kritikus film memberikan ulasan awal yang kurang memuaskan. Meski belum dirilis secara luas ke publik, penilaian awal menunjukkan bahwa adaptasi terbaru ini belum mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang menyertainya.
Kritikus Beri Skor Rendah Lewat Rotten Tomatoes
Berdasarkan data Rotten Tomatoes per 23 Januari 2026, Return to Silent Hill hanya mengantongi skor 9 persen dari total 23 ulasan kritikus. Angka ini menempatkan film tersebut dalam kategori penerimaan yang sangat rendah, meski jumlah ulasan masih berpotensi bertambah setelah penayangan resmi.
Sejumlah kritikus menyebut film ini gagal menghadirkan ketegangan dan rasa horor yang menjadi ciri khas Silent Hill. Atmosfer yang seharusnya mencekam justru dinilai datar dan minim kejutan, sehingga tidak mampu menimbulkan rasa takut yang berkesan bagi penonton.
Adaptasi Dinilai Lemah dalam Cerita dan Karakter
Selain persoalan atmosfer, banyak ulasan menyoroti lemahnya pengolahan cerita dan karakter. Kritikus menilai Return to Silent Hill tidak berhasil menerjemahkan kekuatan narasi dari game aslinya ke dalam format film. Pengembangan karakter disebut dangkal, sehingga sulit membangun keterikatan emosional dengan penonton.
Beberapa penilaian juga menyebut film ini terlalu bergantung pada statusnya sebagai adaptasi game klasik tanpa menghadirkan inovasi berarti. Akibatnya, film dianggap kurang menarik baik bagi penggemar lama Silent Hill maupun penonton baru yang belum mengenal sumber aslinya.
Visual Apik Tidak Mampu Menutup Kekurangan Film
Meski menerima banyak kritik, Return to Silent Hill tetap mendapat apresiasi terbatas pada aspek visual dan kualitas produksi. Desain lingkungan dan sinematografi dinilai cukup kuat dalam merepresentasikan dunia Silent Hill. Namun, keunggulan tersebut dianggap tidak cukup untuk menutupi kekurangan pada alur cerita dan eksekusi horor.
Menjelang perilisannya, film ini kini berada dalam sorotan tajam. Publik menunggu apakah respons penonton umum nantinya akan sejalan dengan penilaian kritikus atau justru memberikan pandangan berbeda terhadap adaptasi terbaru Silent Hill ini.
