Analis Prediksi Sony Menunda PlayStation 6 dan Memicu Lonjakan Harga

Analis memprediksi Sony akan menunda perilisan PlayStation 6 dan berpotensi menaikkan harga konsol secara drastis. Prediksi ini muncul meski PlayStation 5 dan Xbox Series X|S telah memasuki tahun keenam siklus hidupnya. Alih-alih menyiapkan generasi baru dalam waktu dekat, Sony disebut memilih memperpanjang masa pakai PS5 sebagai konsol utama.
Langkah ini memunculkan sinyal kuat bahwa transisi ke konsol generasi berikutnya tidak akan terjadi secepat pola sebelumnya. Situasi pasar global dan kondisi industri teknologi menjadi faktor penting di balik keputusan tersebut.
Analis Menilai Sony Memperpanjang Siklus Hidup PlayStation 5
Analis MST Financial, David Gibson, menyebut Sony berencana memperpanjang siklus hidup PlayStation 5 lebih lama dari perkiraan awal. Ia menilai tahun 2027 atau 2028 tidak lagi realistis sebagai jadwal rilis konsol next-gen Sony. Berdasarkan analisis tersebut, PlayStation 6 diprediksi baru meluncur pada rentang 2029 hingga 2030.
Prediksi ini menempatkan PS5 sebagai konsol utama setidaknya tiga hingga empat tahun ke depan. Kondisi tersebut dinilai tidak lazim bagi siklus konsol tradisional, namun dianggap masuk akal di tengah tekanan biaya produksi dan ketidakstabilan pasar komponen global.
Analis Memperkirakan Harga PlayStation 6 Akan Naik Tajam
Selain penundaan, analis juga memprediksi harga PlayStation 6 akan melonjak signifikan saat akhirnya dirilis. Kenaikan harga ini dikaitkan dengan mahalnya biaya memori, RAM, dan penyimpanan yang hingga kini belum menunjukkan tren penurunan.
Diskusi di forum ResetEra turut menyoroti kekhawatiran gamer terhadap harga konsol generasi berikutnya. Banyak pihak menilai merilis hardware baru di tengah harga komponen yang tinggi hanya akan membebani konsumen. Kondisi ini dinilai dapat memaksa gamer memilih bertahan dengan konsol lama lebih lama dari biasanya.
Kenaikan Harga Komponen Menekan Industri Konsol dan PC
Krisis harga komponen tidak hanya memengaruhi industri konsol, tetapi juga sektor PC, laptop, dan perangkat handheld. Tekanan ini membuat produsen hardware cenderung bermain aman dengan memaksimalkan produk yang sudah ada, ketimbang mengambil risiko merilis perangkat baru dengan harga tinggi.
Dengan situasi tersebut, gamer diperkirakan akan mengandalkan PlayStation 5 dan Xbox Series X|S untuk beberapa tahun ke depan. Keputusan Sony ini dinilai sebagai langkah realistis untuk menjaga stabilitas pasar sekaligus menghindari reaksi negatif akibat harga konsol yang terlalu mahal.
