Ubisoft Resmi Batalkan Prince of Persia: The Sands of Time Remake

Ubisoft secara resmi menghentikan pengembangan Prince of Persia: The Sands of Time Remake setelah proyek tersebut sempat dijadwalkan rilis pada awal 2026. Keputusan ini diumumkan langsung oleh tim pengembang melalui akun resmi franchise Prince of Persia di Twitter/X pada Januari 2026.
Kabar pembatalan ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai nasib remake yang sebelumnya mengalami beberapa kali penundaan sejak pertama kali diumumkan. Ubisoft menegaskan bahwa langkah ini diambil setelah melalui pertimbangan panjang terkait kualitas dan arah pengembangan game.
Ubisoft Sampaikan Pengumuman Resmi kepada Penggemar
Tim pengembang menyampaikan bahwa keputusan menghentikan proyek merupakan langkah sulit, mengingat The Sands of Time memiliki makna besar bagi penggemar dan internal studio. Mereka menyadari pembatalan ini mengecewakan banyak pihak, terutama pemain yang telah menunggu selama bertahun-tahun.
Meski demikian, Ubisoft menegaskan bahwa mereka tidak ingin merilis game yang gagal merepresentasikan kualitas dan identitas The Sands of Time. Studio memilih menghentikan pengembangan daripada melanjutkan proyek yang membutuhkan waktu serta investasi jauh lebih besar dari yang direncanakan.
Ubisoft Tegaskan Game Tidak Jadi Rilis di 2026
Dengan keputusan ini, Prince of Persia: The Sands of Time Remake dipastikan tidak akan meluncur pada 2026. Ubisoft menilai bahwa proyek tersebut belum mampu mencapai standar kualitas terbaru yang mereka tetapkan untuk portofolio game mereka saat ini.
Walau remake dibatalkan, Ubisoft memastikan bahwa Prince of Persia sebagai sebuah semesta tidak akan ditinggalkan. Franchise ini tetap akan berlanjut melalui proyek lain di masa depan, meski tanpa The Sands of Time Remake.
Restrukturisasi Besar Jadi Latar Belakang Pembatalan
Pembatalan remake ini menjadi bagian dari restrukturisasi besar-besaran yang dilakukan Ubisoft. Perusahaan diketahui membatalkan total lima proyek game, termasuk dari franchise lama, IP baru, dan game mobile, karena tidak memenuhi kriteria kualitas dan prioritas studio.
Sebagai bagian dari perombakan, Ubisoft juga membentuk lima “Creative House”, dengan Vantage Studios dipercaya menangani Assassin’s Creed, Far Cry, dan Rainbow Six. Langkah ini sekaligus menjelaskan minimnya kehadiran Ubisoft di acara besar industri game sepanjang 2025.
