Krisis RAM Global Memaksa Produsen Smartphone Kembali Menggunakan RAM 4GB

Krisis RAM global yang terus berlangsung sepanjang 2025 mulai memunculkan dampak nyata di industri smartphone. Lonjakan harga memori DRAM memaksa sejumlah produsen mengambil langkah tidak populer dengan menurunkan spesifikasi perangkat terbaru mereka. Salah satu keputusan paling mencolok muncul melalui rencana penggunaan kembali RAM 4GB pada smartphone generasi mendatang demi menekan biaya produksi.
Situasi ini menandai perubahan arah di tengah tren peningkatan spesifikasi yang selama beberapa tahun terakhir terus bergerak ke RAM 8GB hingga 12GB, bahkan untuk segmen entry-level.
Produsen Smartphone Menyesuaikan Spesifikasi Akibat Lonjakan Harga DRAM
Informasi yang beredar dari WccfTech mengungkap bahwa produsen smartphone mulai kembali mengadopsi RAM 4GB sebagai standar minimum. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas sistem operasi sekaligus mengendalikan biaya di tengah melonjaknya harga DRAM yang belum menunjukkan tanda mereda.
Kenaikan harga memori memaksa produsen menyeimbangkan performa dan harga jual. Dengan margin yang semakin tertekan, pengurangan kapasitas RAM menjadi solusi paling realistis agar perangkat tetap terjangkau bagi konsumen.
Produsen Menghidupkan Kembali Slot microSD sebagai Solusi Alternatif
Seiring penurunan kapasitas RAM, produsen juga mulai mempertimbangkan kembalinya slot kartu microSD. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk mengompensasi keterbatasan spesifikasi internal, khususnya pada penyimpanan.
Smartphone generasi baru diperkirakan kembali hadir dengan konfigurasi RAM 4GB dan penyimpanan internal 64GB. Angka tersebut menjadi kemunduran signifikan dibanding standar sebelumnya yang telah mencapai 128GB hingga 256GB. Namun, kehadiran slot microSD memberi opsi ekspansi murah bagi pengguna yang membutuhkan ruang tambahan.
Krisis RAM Memukul Segmen Entry-Level dan Menengah
Dampak krisis RAM terasa paling kuat pada segmen entry-level dan menengah. Perangkat yang sebelumnya menawarkan RAM 8GB kini harus turun kelas demi menjaga harga tetap kompetitif. Kondisi ini menunjukkan betapa seriusnya tekanan rantai pasok memori global terhadap industri smartphone.
Produsen kini berada dalam posisi sulit antara mempertahankan spesifikasi tinggi atau menjaga daya beli pasar. Keputusan kembali ke RAM 4GB mencerminkan upaya bertahan di tengah ketidakpastian pasokan dan harga komponen.
Ketidakpastian Pasar Membayangi Masa Depan Spesifikasi Smartphone
Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan krisis RAM global akan berakhir. Selama kondisi tersebut berlanjut, konsumen kemungkinan akan melihat lebih banyak perangkat dengan spesifikasi yang diturunkan dibanding generasi sebelumnya.
Langkah produsen smartphone kembali menggunakan RAM 4GB menegaskan bahwa krisis RAM tidak hanya berdampak pada industri PC, tetapi juga mengubah arah perkembangan smartphone di masa mendatang.
